Study Overseas? Why not?
Ilmu itu bagaikan makanan, yang kalau tidak kita dapatkan akan mengancam jiwa. Ilmu dapat diraih di mana pun. Baik di sekolah, lingkungan masyarakat, keluarga dan lingkungan sosial lainnya. Hari gini, kalau ngak sekolah mah udah kuno! Apalagi kalau alasannya karena biaya, ngak jaman kali! Tambah jadul lagi kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan anak perempuannya mengejar ilmu, waduh kolot banget ya. Salah satu alasan terburuk orang tua tidak mengizinkan putrinya untuk menuntut ilmu lebih tinggi yaitu, “ Buat apa sekolah tinggi-tinggi, habis-habiskan uang saja, toh ujung-ujungnya masuk jurusan dapur!”
Menurut saya sich, orang tua yang seperti itu belum tahu bagaimana wanita di zaman sekarang. Para wanita memang masuk ke dapur, tapi mereka bermaksud merancang desain interior dapur, bahkan sudah merambat menuju ruang tamu, kamar tidur, dan sebagainya. Mereka adalah desainer interior. Wanita dalam keluarga yang sering kita sebut ibu/mama/bunda atau apalah sebutannya, berperan sebagai desainer interior rumah, koki yang hebat, ahli gizi terbaik, ahli boga, pengajar yang cakap, tekhnisi handal, wakil presiden yang bijaksana, sampai mentri keuangan yang bebas dari KKN.
Bukan itu saja. Kalau kita ingin pandai memasak kita juga perlu bermacam-macam ilmu. Ilmu itu tentu saja digunakan mulai dari pembuatannya yang harus bersih, nilai gizi yang diperhatikan, rasa yang mak nyus , dan penyajian yang menarik. Jadi ngak asal matang!
Jangan salah! Para lelaki pun mencari ilmu setinggi-tingginya di bidang tata boga dan pariwisata agar bisa menjadi koki yang handal. Sehingga jangan meremehkan para wanita yang hanya bekerja di dapur. Buktinya, koki manca Negara sebagian besar adalah pria.
Tak jarang pula ditemukan wanita- wanita super yang bekerja sebagai supir bus, teknisi pesawat terbang, pilot, bahkan pekerjaan berat seperti kuli bangunan pun dilkoni.
Kalau masalah benturan ekonomi, sekarang sudah ada solusinya. Sekarang banyak lembaga pemerintahan, perusahaan atau lembaga tertentu yang memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang ingin melanjutkan sekolahnya baik di dalam mau pun luar negri.
Berhubung biaya masuk perguruan tinggi di Indonesia sangat mahal, tidak usah panik. Gak keterima di sekolah negri ya sekolah ke luar negri lah, gitu aja kok repot!
Sekolah di luar negri atau overseas? Why not?? Justru bagus, kita dapat mengembangkan ilmu yang telah kita dapat lebih mendalam, kita juga bisa mempelajari kebudayaan asing, juga secara tidak langsung mentransfer kemajuan tekhnologi dan membantu menjadikan Negara Indonesia sebagai Negara maju , apalagi gratisan…. Siapa yang ngak mau?? Bukannya ada pepatah yang mengatakan “ Tuntutlah ilmu hingga ke negri Cina.” Negri Cina ma ngak jauh amat kok dengan Indonesia . Kenapa ngak dicoba yang lebih jauh? Toh sekarang era globalisasi di mana persaingan antar manusia dunia kian tak terbatas. Jadi kita bisa sebebas- bebasnya membidik Negara tujuan kita. Masih banyak Negara-negara maju yang siap menawarkan program beasiswa overseas mereka dengan kwalitas pendidikan nomer satu.
Misalnya kita mulai dari Negara penjajah Indonesia selama tiga abad, yaitu Belanda. Negara pendiri VOC ini berani memberikan beasiswa kepada warga Negara Indonesia , yang diantaranya adalah Student Scholarship Programme dan Natherlands Fellowships Programme. Selain itu, Jepang sebagai penjajah kedua Indonesia, yang terkenal dengan negri Sakura berani memberikan beasiswa pula kepada Indonesia, misalnya beasiswa monbukagakusho dan AIEJ ( Association Of Internasional Education Japan). Selain Negara penjajah Indonesia tersebut, perlu kita lirik juga Negara Jerman, Rusia, Mesir, Singapura, Amerika, Australia, Singapura, Itallia, Inggris dan Negara maju lainnya.
Tapi kita harus ingat, dalam memilih Negara yang kita tuju, kita harus memperhatikan hal – hal lain, diantaranya: sikap warga Negara tersebut bagi pendatang Indonesia, kehidupan sosial , biaya hidup di sana, dan lain sebagainnya. Jadi cermat-cermatlah dalam memilih. Kalau ngak mau repot, ya sekolah di negri sendiri walau agak mahal , bisa disiasati dengan program beasiswa dalam negri.
Selamat memilih!
PungQ,
Terusin donk karyanya !
You just make a step to go ahead my student !
Let’s do your best.
Keep your head up Girl.
Be your self.
Ardy
Ardy Widyarso - September 3, 2008 pukul 6:37 am