Lengsernya sang penguasa orde baru…
Apakah benar mengenai berita bahwa pak Harto memang terlibat dalam kasus penyelundupan? Benar, tentu saja apabila dilihat dari sudut pandang suatu Negara demokratis. Tetapi masih dapat diperdebatkan apabila dilihat dari sudut pandang masyarakat Indonesia yang ketika itu masih berbau foedal. Selain itu masih banyak tokoh-tokoh Internasional yang dituduh melakukan tindak penyimpangan yang sama, misalnya saja Rockefeller dan Kennedy di masa prohibition dalam sejarah Amerika.Pak harto sangat bersifat dislipin keras, karena menurutnya bahwa pihak militer harus bertindak hati-hati dan harus berada diatas segala golongan. Ada yang beranggapan bahwa pak Harto , dalam memerintah menunjukkan dengan jelas kekuasaan seorang pejuang dengan memanipulasi kepentingan bawahan, dan mengadakan perkawinan politis untuk memperkuat kedudukan demi kelangsungan kekuasaannya di masa pemerintahan akan datang. Pandangan seperti itu saya kira amat sangat berlebihan.
Lengsernya jabatan Bung Karno dari masa jabatannya memang hamper serupa dengan lengsernya pak Harto dari kursi pemerintahannya di tahun 1998. Perekonomian di dua masa yang berbeda sama-sama berada pada titik kritisnya dan menjadi semakin buruk setelah terjadinya krisis ekonomi dan politik.
Pada tahun 1965 dan 1998, kedua pemimpin awal Indonesia dituding-tuding sebagai sumber utama atas kekacauan yang terjadi, dan dengan mudahnya berubah 360 derajat, yaitu dari tokoh yang dihormati, disegani, dipuja-puja, hingga okoh yang di benci, dan dihujat habis-habisan.
Banyak yang menuduh pak Harto terlibat dalam kudeta pada tahun1965, serta menjadikan Hari Angkatan Bersenjata 5 Oktober 1965 menjadi selimut perebutan kekuasaan. Akan tetapi keduannya hanya terdiam, saya rasa hal itu dilakukannya agar menjaga kelangsungan dan persatuan Negar, sebab apabila mereka berbicara maka perang saudara pun akan terjadi.
Keberhasilan masa orde baru memang mengundang decak kagum Negara barat. Hal tersebut terbukti ketika para investor asing maupun dalam negri yang berbondong-bondong memulai usahanya di Indonesia.Presiden Soekarno dianggap gagal dalam menarik investor dikarenakan ia dianggap lebih condong ke ideology kiri. Sedangkan jendral Soeharto mendapat dukungan dan kepercayaan yang tersirat dari masuknya modal barat yang memang sangat dibutuhkan saat itu.
Pada masa pemerintahannya tentu saja Jendral Soeharto mengalami kelalaian. Pada masa era globalisasi, ia gagal menyadari bahwa dengan masuknya era globalisasi, medan tempur dan musuh yang dihadapi berubah. Jika Bung Karno menganggap bahwa segala persoalan dapat diselesaikan dengan percaya pada niat politik, pak Harto menganggap bahwa segala persoalan dapat diselesaikan dengan kompensasi uang. Keduannya terbukti keliru, Bung Karno terpedaya oleh PKI, dan pak Harto tergelincir oleh konglomerat serta kroninnya.
Yang menarik untuk di mengerti adalah, sebijaknya mereka, ternyata hanya ada sedikit sekali pemimpin yang mau belajar dari kesalahan pemimpin sebelumnya. Kebanyakan pemimpin kuran bijak dalam memilih waktu yang tepat untuk menyingkir terlebih dahulu sebelum disingkirkan.
Memang rasanya agak miris bahwa masa- masa akhir presiden Soekarno dan Soeharto yang memiliki kesamaan dalam hal situasinya yang begitu dramatis.
Namun yang patut ditekankan bahwa bagaimana pun cara mereka jatuh mereka tetap berjasa karena telah menyumbangkan sesuatu yang begitu berharga bagi bangsa ini, termasuk sebuah kebebasan ataupun kebangkitan dan perubahan menjadi lebih baik.
By: punQ